PEMALANG, Randudonkal — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pemalang mulai menyedot perhatian publik. Salah satu figur yang menarik perhatian warga adalah Kholidin, M.Pd, atau yang populer disapa Guru Kholid. Berlatar belakang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia menyatakan kesiapannya untuk ambil cuti demi bertarung dalam Pilkades Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal, yang bakal digelar pada Senin Kliwon, 9 November 2026 mendatang.
Langkah Kholidin maju dalam bursa Pilkades berlandaskan dorongan dan musyawarah bersama warga setempat yang mendambakan perubahan nyata. Mengusung semangat pengabdian, ia menyiapkan serangkaian gagasan yang dikemas dalam Empat Pilar Pembangunan Desa Kejene.
Dorong Pertanian hingga Transparansi Anggaran
Empat pilar utama yang ditawarkan Guru Kholid meliputi:
• Sektor Pertanian Mandiri: Memfokuskan perbaikan irigasi desa, penunjukan petugas (pengatur air), pembangunan jalan usaha tani, penanganan hama, hingga pendampingan bagi petani sawah dan perhutanan sosial secara berkala.
• Pemberdayaan & Kesejahteraan Warga: Mengoptimalkan peran RT/RW, Karang Taruna, PKK, dan Posyandu, mendorong pertumbuhan UMKM desa, memberikan perhatian berupa insentif tahunan bagi guru ngaji dan Linmas, serta melestarikan seni budaya lokal.
• Layanan Publik & Sinergi Antar-Desa: Mengedepankan pelayanan warga yang cepat, transparan, dan responsif, penataan infrastruktur jalan, hingga menjalin kerja sama strategis dengan desa-desa tetangga dan lembaga pendidikan.
• Tata Kelola Keuangan Transparan: Memastikan Alokasi Dana Desa (ADD/DD) dan BUMDes dikelola secara akuntabel, serta membuka peluang kemitraan dana CSR perusahaan untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pesan Politik Santun: Minta Warga Jauhi Fitnah
Tak hanya menyodorkan program kerja, Kholidin juga menyoroti pentingnya etika politik dalam kontestasi tingkat desa. Ia secara terbuka mengimbau masyarakat agar menjadikan Pilkades sebagai ajang adu gagasan, bukan wadah saling menjatuhkan.
”Kita ingin mewujudkan masyarakat yang hebat dan cerdas. Mari hindari fitnah, pembunuhan karakter, dendam, mau menang sendiri, maupun provokasi. Beda pilihan itu lumrah, namun persatuan dan kondusivitas Desa Kejene harus tetap kita jaga bersama,” ujarnya Senin (12/10/2026).
Kehadiran sosok akademisi sekaligus ASN seperti Kholidin diprediksi akan membuat persaingan Pilkades Desa Kejene 2026 semakin dinamis dan mewarnai pesta demokrasi warga Randudongkal.
(Sutarmo)


