30.5 C
Jakarta
Kamis, Juli 16, 2026
spot_img

Tak Sekadar Jaga Laut, Bakamla RI Tunjukkan Nilai Ekonomi Sosial Lewat SROI

matafaktanews.com, Jakarta – Direktorat Litbang Bakamla RI menggelar rapat pembahasan Konsep Social Return on Investment (SROI) pada kajian “Potensi Pendapatan Negara dari Keberadaan Bakamla RI dengan Tolok Ukur IKLN” di Kantor Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

Rapat dipimpin oleh Direktur Litbang Kamla, Laksma Bakamla Arif Agus Suharto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberadaan Bakamla RI tidak hanya berfungsi menjaga keamanan dan kedaulatan laut, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi bangsa.

“Keamanan laut adalah fondasi pengembangan sektor maritim. Meski Bakamla RI bukan institusi pajak atau PNBP, keberadaannya jelas memberikan nilai ekonomi yang bisa dihitung melalui pendekatan SROI,” ujar Laksma Arif.

Dalam pemaparannya, Kolonel Bakamla Tuti Ida Halida, S.T., M.I.T.M., menjelaskan bahwa SROI merupakan kerangka evaluasi yang mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam bentuk nilai ekonomi. Analisa awal menunjukkan, setiap rupiah anggaran yang diinvestasikan untuk patroli laut Bakamla RI mampu memberikan manfaat sosial berlipat.

“Kegiatan patroli bukan hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga mendukung pertumbuhan PNBP perikanan tangkap, meningkatkan produktivitas nelayan, hingga mendorong ekspor hasil perikanan,” jelas Kolonel Tuti.

Rapat yang diikuti puluhan perwakilan unit kerja Bakamla RI ini berlangsung interaktif dengan berbagai masukan, terutama terkait penyelarasan data agar hasil analisis semakin komprehensif.

Ke depan, kajian SROI ini diharapkan menjadi pijakan strategi Bakamla RI untuk memperkuat argumen pentingnya investasi negara di sektor keamanan laut. Selain itu, SROI juga bisa menjadi alat advokasi dalam mendorong kolaborasi lintas kementerian, lembaga, maupun mitra internasional demi keamanan dan keselamatan maritim Indonesia. (Humas Bakamla RI)

Artikel Terkait

- Advertisement -spot_img

Terbaru