Bekasi – Matafaktanews.com. Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara melakukan aksi proyek revitalisasi Pasar Kranji Baru yang sudah lama mangkrak. Senin, (12/08/2024)
Santos Simbolon dalam orasinya menyampaikan kekecewaan dan kekhawatiran mendalam atas mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Kranji Baru yang seharusnya menjadi solusi bagi pedagang dan masyarakat setempat.
“Proyek yang telah lama dijanjikan oleh Pemerintah Kota Bekasi ini justru berakhir tanpa kemajuan yang berarti, menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang merugikan banyak pihak”. Ungkapnya
Sejak awal, revitalisasi Pasar Kranji Baru digadang-gadang akan meningkatkan taraf hidup para pedagang serta memberikan kenyamanan bagi konsumen.
Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Ketidakjelasan arah proyek, buruknya perencanaan, dan dugaan adanya penyimpangan anggaran menjadi alasan utama keterlambatan dan ketidakjelasan proyek ini.
Tuntutan para aksi agar segera tuntaskan revitalisasi agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas.
“Kami menuntut agar Pemerintah Kota Bekasi segera menyelesaikan proyek revitalisasi Pasar Kranji Baru sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya”. Tuturnya
Setiap penundaan hanya akan memperburuk kondisi pedagang dan perekonomian setempat.Transparansi Anggaran:
Kami juga meminta adanya audit independen guna memastikan bahwa dana yang dianggarkan digunakan secara tepat dan tanpa penyimpangan.
Keterlibatan Pedagang, kami meminta agar Pemerintah Kota Bekasi lebih melibatkan para pedagang dan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek revitalisasi.
Pendapat dan kebutuhan mereka harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan yang diambil.
Tindak Tegas Penyimpangan, jika ditemukan adanya penyimpangan atau penyelewengan anggaran, kami mendesak agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara akan terus memantau perkembangan proyek ini dan siap bergabung dengan organisasi lainnya untuk melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan kami tidak dipenuhi.
Kami tidak akan berhenti sampai Pasar Kranji Baru benar-benar selesai direvitalisasi dan kembali berfungsi sebagai pusat ekonomi yang layak bagi masyarakat Bekasi”. Tutup Santos
Red


