RANDUDONGKAL – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur Desa Kreo, Kecamatan Randudongkal, resmi memulai langkah strategis dalam memperkokoh ketahanan pangan lokal. Pada Senin (30/03/2026), unit usaha desa tersebut meluncurkan program pengembangan peternakan bebek petelur dan kambing sebagai motor penggerak ekonomi baru. Kamis ( 2/4/2026 )
BUMDes Maju Makmur memproyeksikan sektor peternakan sebagai pilar utama dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi warga sekaligus mengejar target swasembada di level desa.
Ketua BUMDes Maju Makmur, Satria Agung Pangestu, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang dengan konsep pemberdayaan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi akan dilibatkan secara aktif mulai dari proses perawatan ternak hingga manajemen pemasaran.
“Kami ingin manfaatnya menyentuh langsung ke dapur warga. Untuk tahap awal, jumlah populasi kambing dan bebek memang masih dalam skala pemula, namun ini adalah fondasi penting menuju usaha yang lebih besar, Ke depan, Bumdes juga berencana memperluas skala usaha dengan menambah jumlah populasi ternak dan memperkuat jaringan pemasaran, sehingga produksi telur bebek dari Desa Kreo mampu menjangkau pasar yang lebih luas.” Ujar Satria
,” Program ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan. Selain fokus pada produksi telur bebek yang kaya nutrisi, BUMDes juga berencana melakukan ekspansi secara bertahap.” Harapnya
Beberapa poin utama dalam peta jalan (roadmap) pengembangan BUMDes Maju Makmur ke depan meliputi:
Peningkatan Populasi, Menambah jumlah ternak secara berkala sesuai dengan daya dukung lahan dan permintaan pasar, Membangun rantai distribusi agar produk asli Desa Kreo dapat menembus pasar di luar kecamatan bahkan kabupaten, Mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah dan meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
Sutarmo


