Viral! Dugaan Pungli dan Monopoli Jabatan, Oknum Kepala Sekolah di Tanjung Raja Catut Nama Dinas Pendidikan Lampung Utara
Lampung Utara – Matafaktanews.com. Praktik dugaan pungutan liar (Pungli) dan penyalahgunaan wewenang mencuat di lingkungan pendidikan Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Oknum Kepala SDN Karang Waringin berinisial FT, yang juga menjabat sebagai Bendahara K3S, diduga melakukan intimidasi serta menjual nama Dinas Pendidikan (P&K) setempat untuk meraup keuntungan pribadi.
Berdasarkan penelusuran tim media, FT diduga memaksa seluruh sekolah di Kecamatan Tanjung Raja untuk membeli “Buku Ramadhan” seharga Rp15.000 per eksemplar. Padahal, harga pasaran buku serupa diketahui hanya berkisar Rp5.000. Dalih yang digunakan adalah perintah dari Ketua K3S Kabupaten, Ruslan, sehingga pembelian tersebut bersifat wajib.
Tak hanya soal buku, dugaan pungutan lain muncul terkait biaya Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satuan Pendidikan. Setiap sekolah kabarnya ditarik biaya bervariasi antara Rp350.000 hingga Rp400.000. Uang tersebut diklaim sebagai dana “rekomendasi” untuk disetorkan ke Dinas Pendidikan P&K Kabupaten Lampung Utara.

Jika dikalkulasikan dari 32 sekolah yang ada di Kecamatan Tanjung Raja, total dana yang terkumpul mencapai angka yang sangat fantastis seluruh setoran tersebut diduga dikelola langsung oleh FT.
Rangkap Jabatan dan Dugaan Intimidasi
Informaai para narasumber di lapangan tidak hanya soal materi, tetapi juga dominasi jabatan yang diemban FT. Saat ini, FT diketahui menjabat di empat posisi strategis sekaligus yakni Kepala SDN Karang Waringin, Ketua PGRI Kecamatan, Bendahara K3S, dan Ketua Pramuka Kecamatan Tanjung Raja.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena beliau (FT) merasa dekat dengan pejabat di Dinas Pendidikan. Ada kesan intimidasi bagi siapa pun yang tidak mengikuti arahannya,” ujar salah satu narasumber yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Konfirmasi Pihak Terkait
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp , FT enggan memberikan jawaban tegas dan justru melemparkan tanggung jawab kepada Ketua K3S Kecamatan Tanjung Raja, Darul.
Sementara itu, Darul saat dihubungi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Urip Sumoharjo.

Desakan kepada Bupati dan Inspektorat
Menanggapi viralnya berita ini, warga dan praktisi pendidikan mendesak Kepala Dinas Pendidikan P&K, Inspektorat, hingga Bupati Lampung Utara untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar FT segera dipanggil dan diperiksa secara intensif serta masyarakat menuntut adanya tindakan tegas berupa pencopotan jabatan (non-job) terhadap oknum yang bersangkutan guna mengembalikan stabilitas pendidikan di Tanjung Raja yang sehat dan transparan.
(Bersambung…)
Red: Eprizal (Kaperwil Provinsi Lampung)

Baca Juga : Diduga Ada Persengkokolan Jahat Oknum Kepala Dinas Pendidikan Way Kanan Diduga Jarang Masuk Kantor


