34.1 C
Jakarta
Kamis, Juli 16, 2026
spot_img

Polisi Masih Dalami Dan Selidiki Motif Kasus Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi

Sukabumi – Matafaktanews.com. Kasus meninggalnya seorang bocah berinisial NS (12) di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tengah menjadi perhatian dan dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan adanya tindak kekerasan mencuat setelah hasil autopsi menemukan beberapa luka pada tubuh korban.

Kondisi Sebelum Meninggal

Sebelum meninggal, NS sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam kondisi lemah, korban memberikan isyarat mengenai luka-luka di tubuhnya. Namun, keterangan tersebut masih dalam pendalaman penyidik.

Ibu tiri korban, berinisial TR, membantah tuduhan penganiayaan. Ia menegaskan bahwa tidak pernah melakukan penyiraman air panas atau kekerasan terhadap NS, dan menyatakan bahwa luka-luka tersebut disebabkan oleh penyakit yang diderita korban, yaitu kanker darah leukemia dan autoimun.

Hasil Autopsi Sementara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol Dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa autopsi dilakukan atas permintaan Polres Sukabumi. Hasil sementara menunjukkan adanya luka bakar di lengan, paha, dan perut korban, serta luka tumpul di bibir dan hidung. Namun, penyebab utama kematian belum dapat dipastikan, dan pemeriksaan lanjutan terhadap organ dalam korban masih berlangsung.

Laporan Kekerasan Sebelumnya

Sebelumnya, dugaan kekerasan terhadap NS pernah dilaporkan ke Polres Sukabumi sekitar setahun lalu, namun tidak berlanjut setelah adanya kesepakatan damai antara pihak keluarga.

Sorotan Publik dan Media Sosial

Kasus ini mendapat sorotan dari publik, yang menyoroti berbagai isu terkait keluarga korban di media sosial. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik, yang berkomitmen menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

Tabiat Ayah Korban

Netizen mengkritik perilaku ayah kandung korban, Anwar, yang tetap aktif di media sosial dan tidak terlihat hadir pada prosesi pemakaman NS. Beberapa pihak mengungkap bahwa Anwar sibuk membuat konten dan tidak mengeluarkan biaya untuk pemakaman, yang ditanggung oleh kakaknya.

Tudingan dan Pengakuan

Beberapa akun media sosial menyebut Anwar sebagai “playing victim” dan mengungkap sejarah kekerasan dalam rumah tangganya, termasuk menyiksa mantan istri. Anwar juga disebut telah menikah 12 kali dan semua perceraian diduga karena kekerasan terhadap pasangan.

Perkembangan kasus ini terus dipantau, dan pihak kepolisian berjanji untuk mengungkap fakta berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi. Kasus ini mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak dan kewaspadaan terhadap dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

Artikel Terkait

- Advertisement -spot_img

Terbaru