29.1 C
Jakarta
Kamis, April 16, 2026
spot_img

Skandal Besar, Oknum Guru SMP Way Kanan Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

Skandal Besar, Oknum Guru SMP Way Kanan Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

Waykanan – Matafaktanews.com. Warga Way Kanan dihebohkan dengan dugaan Kekerasan Seksual oleh seorang oknum guru salah satu SMPN 1 Pakuon Ratu.Tidak tanggung-tanggung, diduga korbannya lebih dari 5 orang.

Dugaan peristiwa Kekerasan Seksual oleh oknum guru berinisal (A) tersebut berawal dari dipanggilnya sejumlah siswi ke salah satu ruang di sekolah tersebut, tapi tidak boleh membawa teman.

“ kejadian Pada Kamis 24 Oktober 2024,bahwa anak murid atas nama Aleya yang telah melaporkan kejadian ke pihak oknum salah satu guru buk titik kemudian buk titik menyerah kan kepada ibuk ayu selaku guru BK dan kemudian hari ibu ayu dan guru guru lain nya kurang lebih empat (4) oknum guru memangil si korban kurang lebih sembilan orang, Aleya,Suci,Nur Ani,Sela,Ripas dll.

Skandal Besar, Oknum Guru SMP Way Kanan Diduga Terlibat Kekerasan Seksual
Skandal Besar, Oknum Guru SMP Way Kanan Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

“Saat awak media dan oknum kepala kampung kampung gunung Cahya Kompirmasi Kepala Sekolah DI SMPN 1 Pokuon ratu atas terjadi nya laporan ibu korban murid yang menimpa terhadap diri anak si korban lalu kepala sekolah menjawab sangat menyayangkan atas perbuat oknum guru inisal (A) terhadap muridnya.

Baca Juga : Kasus Laporan Palsu Terungkap, Polisi Kenakan Pasal dengan Hukuman 9 Tahun

Follow Us :

https://www.instagram.com/matafaktanews/  https://www.facebook.com/profile.php?id=61572252175413   https://www.tiktok.com/@matafaktanews.com  https://x.com/Matafaktanews?t=zM7xgRcC9vYw0bnFE5yTAg&s=09

Saat kepala kampung kampung gunung Cahya menanyakan langsung terhadap Aleya kemudian aleya menyatakan benar atas perbuatan oknum guru terhadap dirinya .

Atas pengakuan aleya di panggil sang guru alasan hendak menanyakan uang pramuka. Saat teman korban diminta memanggil rekan-rekannya yang belum membayar uang pramuka, saat itulah oknum guru tersebut memaksa mencium tangan, dan kening korban.

kepala kampung mengatakan kepada kepala sekolah bahwa pelaku ini pernah terjerat kasus serupa, ini kembali mengulang perbuatannya. Mirisnya korbannya jutsru siswi-sisiwinya sendiri,”

“Dan kalau ada pihak-pihak yang mau menutupi ini, saya khawatir akan ada korban korban lain,” tandasnya.

Red. Hendrik Iskandar

Artikel Terkait

- Advertisement -spot_img

Terbaru