LAMPUNG BARAT – Proyek pembangunan jalan lingkar di Pekon (Desa) Sukajadi, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, menuai sorotan tajam [05/09/2026]. Pekerjaan rabat beton yang diduga milik Dinas PUPR Lampung Barat ini ditengarai dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi teknis (spek), serta tanpa dilengkapi papan informasi kegiatan.
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, kondisi jalan rabat beton tersebut saat ini sudah mengalami retak-retak parah. Ironisnya, material beton di lokasi tampak sangat rapuh hingga mudah dicongkel hanya dengan menggunakan jari tangan. Muncul dugaan kuat bahwa komposisi adukan material tidak sesuai standar baku, yakni disinyalir menggunakan perbandingan ekstrem hingga 8 banding 1 (8 ember pasir dan hanya 1 ember semen).
Selain persoalan kualitas, proyek ini juga tidak memasang papan nama informasi kegiatan di lokasi, sehingga terkesan menjadi “proyek siluman” yang menutup diri dari pengawasan publik.
Anggota Komisi III DPRD Lampung Barat, Prayitno, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan dari Dinas PUPR Lampung Barat. Ia menyatakan akan segera menyampaikan temuan ini kepada dinas terkait agar pihak pelaksana segera melakukan perbaikan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi ataupun respons resmi dari pihak kontraktor (pemborong) maupun Dinas PUPR Lampung Barat.
Mengingat buruknya kualitas fisik bangunan, proyek jalan ini didesak untuk dibongkar total dan dibangun ulang, terutama pada tiga titik sambungan yang mengalami kerusakan paling parah. Jika tidak dibongkar, dipastikan ketahanan jalan tidak akan bertahan lama dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Masyarakat meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, dan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tutup mata maupun tutup telinga. Pihak berwenang didesak segera turun ke lapangan untuk memeriksa fisik bangunan serta mengusut tuntas dugaan manipulasi spesifikasi ini, mengingat infrastruktur tersebut dibangun menggunakan uang pajak dari rakyat.
(Tim Redaksi / Rilis: Eprizal, Kaperwil Provinsi Lampung & Tim)


