26 C
Jakarta
Kamis, April 16, 2026
spot_img

Skandal Besar BBM : Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta

Skandal Besar BBM : Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta

JAKARTA – Matafaktanews.com. Rafi (25), warga Pancoran, Jakarta Selatan, mengaku kapok menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax usai mengetahui dugaan skandal besar BBM. Pertamax ternyata oplosan (pengoplosan Pertalite jadi Pertamax) dalam konstruksi kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Patra Niaga. Setelah ini, Rafi mengaku tak akan lagi membeli Pertamax. Ia bakal beralih ke SPBU swasta.

“Ke depannya kayaknya bakal beli di SPBU swasta aja. Lebih aman dan terjamin, plus secara servis orangnya ramah-ramah. Toh harganya cuma beda beberapa ratus perak aja,” kata Rafi, Rabu (26/2/2025).

Rafi menghabiskan uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 setiap minggu untuk membeli Pertamax di SPBU Pertamina.

Meski harganya lebih mahal, Rafi rela mengisi kendaraannya dengan Pertamax dengan harapan mendapat bahan bakar lebih berkualitas.

Skandal Besar BBM: Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta
Skandal Besar BBM: Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta

“Wah kecewa banget sih saya pas dengar (pengoplosan Pertalite jadi Pertamax) ini karena kan sudah rela bayar lebih mahal dengan tujuan buat dapatin kualitas BBM yang baik dan pas, ternyata itu dioplos, kesal banget,” tambah dia. Senada, Luthfa (22) juga mengaku bakal beralih ke SPBU swasta pasca-terbongkarnya pengoplosan ini. Dia takut hal serupa bakal terjadi kembali.

“Kayaknya kalau pengin nyari bensin dengan kualitas serupa Pertamax, mending sekalian ke SPBU lain deh yang udah pasti-pasti,” kata dia.

Baca Juga : Kunjungan Lapangan: Gubernur Bandar Lampung Susun Strategi Penanggulangan Banjir

Follow Us :

https://www.instagram.com/matafaktanews/  https://www.facebook.com/profile.php?id=61572252175413   https://www.tiktok.com/@matafaktanews.com  https://x.com/Matafaktanews?t=zM7xgRcC9vYw0bnFE5yTAg&s=09

Luthfa pun mengaku kecewa dengan pengoplosan tersebut. Pasalnya, dia rela membayar lebih untuk mendapat kualitas bahan bakar lebih baik, namun yang ia dapat tak demikian. “Kecewa banget sih, karena kan gue bayar lebih, ya gue expect kualitas yang lebih jugalah,” tambah dia.

Skandal Besar BBM: Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta
Skandal Besar BBM: Pertamax Ternyata Oplosan, Konsumen Panik dan Berbondong-Bondong Kabur SPBU Swasta

Pertamax Oplosan di Korupsi Pertamina Patra Niaga, Bahlil: Blending BBM Boleh Selama Speknya Sama Baca juga: Pertalite Dioplos Jadi Pertamax, Warga: Niat Sadar Diri Tak Pakai Subsidi, Ternyata Negara Begini Meski harganya lebih mahal, Rafi rela mengisi kendaraannya dengan Pertamax dengan harapan mendapat bahan bakar lebih berkualitas.

Selamat Jalan Bang Albert Artikel Kompas.id “Wah kecewa banget sih saya pas dengar (pengoplosan Pertalite jadi Pertamax) ini karena kan sudah rela bayar lebih mahal dengan tujuan buat dapatin kualitas BBM yang baik dan pas, ternyata itu dioplos, kesal banget,” tambah dia. Senada, Luthfa (22) juga mengaku bakal beralih ke SPBU swasta pasca-terbongkarnya pengoplosan ini.

Dia takut hal serupa bakal terjadi kembali. Baca juga: Komisi VI DPR: Korupsi Pertamina Coreng Kredibilitas BUMN “Kayaknya kalau pengin nyari bensin dengan kualitas serupa Pertamax, mending sekalian ke SPBU lain deh yang udah pasti-pasti,” kata dia.

Luthfa pun mengaku kecewa dengan pengoplosan tersebut. Pasalnya, dia rela membayar lebih untuk mendapat kualitas bahan bakar lebih baik, namun yang ia dapat tak demikian. “Kecewa banget sih, karena kan gue bayar lebih, ya gue expect kualitas yang lebih jugalah,” tambah dia. Baca juga: Skandal Korupsi Pertamina 2018-2023, Pertalite Dioplos Jadi Pertamax Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (RS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. Melansir keterangan Kejagung, PT Pertamina Patra Niaga diduga membeli Pertalite untuk kemudian “diblending” atau dioplos menjadi Pertamax. Namun, pada saat pembelian, Pertalite tersebut dibeli dengan harga Pertamax.

Red

Artikel Terkait

- Advertisement -spot_img

Terbaru