33.9 C
Jakarta
Senin, April 20, 2026
spot_img

Tragedi WNI di Perairan Malaysia: Fakta dan Langkah Pemerintah

Tragedi WNI di Perairan Malaysia: Fakta dan Langkah Pemerintah

Jakarta – Matafaktanews.com. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dan beberapa lainnya luka akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, Jumat (24/1).

Insiden Penembakan WNI di Malaysia: Upaya Pemerintah Mengusut Tuntas
Insiden Penembakan WNI di Malaysia: Upaya Pemerintah Mengusut Tuntas

Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu ) dan KBRI Kuala Lumpur berjanji dan menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas dan memastikan bantuan kekonsuleran bagi para korban. Saat ini, data mengenai korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.

Awak media matafaktanews.com merangkum sejumlah fakta informasi terkait peristiwa tersebut yaitu :

1. Diduga hendak keluar dari Malaysia
Berdasarkan komunikasi KBRI Kuala Lumpur dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), penembakan terjadi saat APMM menghentikan WNI yang diduga hendak keluar dari Malaysia melalui jalur ilegal.

APMM mengklaim tindakan yang dilakukan karena para WNI melakukan perlawanan, ketika dilakukan pemeriksaan.

“Atas insiden tersebut, KBRI telah meminta akses kekonsuleran untuk menjenguk jenazah dan menemui para korban luka,” demikian pernyataan resmi dari Kemenlu yang diterima matafaktanews.com, Minggu (26/1).

Insiden Penembakan WNI di Malaysia: Upaya Pemerintah Mengusut Tuntas
Insiden Penembakan WNI di Malaysia: Upaya Pemerintah Mengusut Tuntas

2. Kirim nota diplomatik
KBRI akan mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk mendorong penyelidikan mendalam, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) oleh APMM.

KBRI Kuala Lumpur memastikan akan terus memonitor perkembangan kasus tersebut dan memberi bantuan kekonsuleran kepada para korban.

3. Pemerintah desak Malaysia usut
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani meminta pemerintah Malaysia mengusut tuntas insiden tersebut.

“Kementerian P2MI mendesak Malaysia melakukan pengusutan terhadap peristiwa ini. Dan juga mengambil tindakan tegas terhadap petugas patroli APMM apabila terbukti melakukan tindakan kekuatan berlebihan atau excessive use of force,” ujar Christina dalam keterangan tertulis, Minggu (26/1).

Baca Juga : Dugaan Pemerasan Rp20 Miliar dan Skandal di Polres Jaksel Terkuak!

Christina mengatakan Kementerian P2MI terus melakukan koordinasi untuk memastikan korban yang terluka mendapat perawatan medis yang diperlukan dan memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan hukum dan pemulangan jenazah.

“Saat ini kementerian luar negeri sedang menelusuri asal daerah dari para korban untuk dilakukan pendampingan,” Ucapnya.

Seiring dengan itu, Kementerian P2MI akan mendorong adanya pertemuan dengan pemerintah Malaysia untuk membahas langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

“Termasuk cara-cara penanganan migran prosedural secara manusiawi,” ucapnya.

Red

Follow Instagram  Matafaktanews.com :  https://www.instagram.com/matafaktanews?igsh=ZndmeHQyZ3JqMDl1

Artikel Terkait

- Advertisement -spot_img

Terbaru